Bolehkah Mandi Junub dengan Air yang Dipanaskan?

Assalamualaikum Pak Ustadz,
Saya mau bertanya,

1. Apakah boleh kita mandi junub dengan menggunakan air panas yang kita masak sendiri. Karena selama ini saya selalu menggunakan air yang langsung dari kolam atau kran rumah saya. Saya paksakan mandi dengan air dingin walaupun malam sekali dan dingin.

Selama ini saya mengira air yang digunakan untuk mandi junub harus air yang langsung dari kran atau sumbernya. Saya mohon kiranya bapak dapat menjelaskan syarat-syarat air yang boleh dipakai untuk mandi junub.

2. Apakah boleh kita mandi junub setelah lewat waktu imsak? Apakah puasa kita sah?

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr. wb.,

RO Sari

Jawaban

Wa’alaikum salaam wr. wb.

1. Air yang dapat dipakai untuk bersuci adalah air mutlak, yaitu air yang suci dan mensucikan. Air mutlak adalah air yang belum bercampur dengan benda najis, atau belum bercampur dengan benda suci (gula, susu, teh, tanah, dan lain-lain) yang merubah salah satu sifat air (warna, rasa dan bau).

Jadi air yang dipanaskan dengan api atau yang lainnya sepanjang masih merupakan air murni, maka air tersebut adalah air mutlak yang suci dan mensucikan, sehingga dapat digunakan untuk bersuci, baik untuk wudhu maupun untuk mandi.

Memang ada pendapat yang menyebutkan bahwa air yang terpanaskan oleh sinar matahari makruh untuk dipakai bersuci, namun pendapat ini lemah karena dalil yang dipakainya juga lemah.

2. Mandi junub setelah lewat waktu imsak atau lewat waktu subuh diperbolehkan dan puasanya dianggap sah. Karena yang dilarang adalah melakukan hubungan suami istri pada saat puasa tersebut. Adapun keadaan junub bukan termasuk kepada hal yang membatalkan puasa.

Ust. Iman Sulaiman, Lc.