Risalah Hijab Seorang Muslimah?

RISALAH HIJAB
Pertanyaan:
Bagaimana seharusnya cara berpakaian yang menunjukkan bahwa seseorang adalah seorang muslimah?
Jawab:
Alhamdulillah.Para ulama telah menetapkan syarat-syarat pakaian penutup dimana wanita muslimah harus memakainya di depan pria non-mahram pada dalil dalam Al Quran dan Sunnah. Sehingga selama seorang wanita mengikuti syarat-syarat ini, maka ia dapat memakai apa saja yang ia sukai di tempat-tempat umum atau dimana saja, dan hijabnya disebut Islami. Syarat-syarat tersebut seperti yang dijelaskan/diringkaskan berikut ini:
1. Hijaab tersebut harus menutup seluruh tubuhnya
2. Harus cukup tebal untuk menyembunyikan apa yang ada di baliknya
3. Harus longgar, tidak ketat
4. Tidak menarik perhatian pria
5. Tidak diberi parfum/wangi-wangian
6. Tidak merupakan pakaian popularitas dan kesombongan (boros/mewah berlebih-lebihan)
7. Tidak menyerupai laki-laki
8. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
9. Tidak dihiasi dengan garis-garis silang atau gambar-gambar hidup
Diskusi lebih lanjut untuk setiap poin akan dijelaskan segera.
Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya memakai hijab di depan suami ibu (ayah tiri) saya? Mereka tidak mempunyai anak dan menikah setelah saya keluar dari rumah. Apakah ia termasuk mahram saya atau bukan?
Jawab:
Alhamdulillah, Itu bukan merupakan suatu kewajiban sebab tidak ada penjelasan tentang hal itu, jadi kita samakan dengan prinsip bahwa semua hal dibolehkan kecuali yang dilarang. Selama mahram (seseorang yang selama-lamanya dilarang untuk dinikahi)
Pertanyaan:
Apakah niqab (cadar) adalah pakaian sebelum datangnya Islam? Jika tidak, apa dalilnya (Al Qur’an atau hadits) untuk mendukung memakai niqab, dan apakah baik bagi para saudari untuk memakai niqab?
Jawab:
Alhamdulillah, Kami telah membicarakan kenyataan ini dimana bahwa adalah merupakan kewajiban bagi wanita untuk menutupi wajahnya di dalam Pertanyaan #2198, jadi lihat pertanyaan tersebut. Dalam hubungannya dengan niqab, adalah penutup atau jilbab yang memiliki lubang untuk mata. Ia merupakan satu cara berpakaian yang telah dikenal pada permulaan Islam, dan disebutkan dalam hadits Rasulullah (Salam dan Salawat kepadanya) dimana beliau menyebutkan bahwa wanita dalam ihram (untuk haji atau umrah) tidak diijinkan untuk memakainya. Beliau mengatakan:”Wanita dalam ihram tidak boleh menutup wajahnya dengan jilbab atau memakai sarung tangan.” (HR Al Bukhaari,1707).