Saham Di Asia Di Buka Melemah

Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia masih berguguran saat mulai dibuka pagi ini. Para investor tampak masih terpengaruh gonjang-ganjing akhir pekan lalu saat indeks harga saham di bursa Wall Street dan Eropa turun tajam menyusul kesulitan ekonomi yang masih melanda AS dan sejumlah negara Eropa.

Menurut stasiun berita BBC, pagi ini indeks Nikkei 225 di Tokyo melemah 0,9 persen, sedangkan indeks Kospi di Seoul bahkan melorot 1,5% saat transaksi awal pekan ini baru dimulai.

Menurut kalangan pengamat, para pelaku pasar tampak terpengaruh dengan hasil survei lembaga pemeringkat utang Standard & Poor’s Jumat pekan lalu, yang menurunkan peringkat obligasi AS dari AAA ke AA+. Menurut pengamat, situasi pasar saham dunia masih rentan dalam beberapa pekan mendatang.

Namun, penurunan indeks harga saham di bursa-bursa Asia sudah dianggap berlebihan. Mengingat sejumlah negara Asia memiliki prospek ekonomi yang bagus, para investor bisa memanfaatkan situasi dengan membeli saham-saham yang telah turun tajam. “Uang akan mengalir dari pasar yang sudah maju ke pasar yang tengah berkembang,” kata Arjuna Mahendran dari HSBC Private Bank kepada BBC.

Sementara itu, harga emas pada perdagangan Asia terus naik karena menjadi aset yang minim risiko bagi para investor saat saham dilanda penurunan.