Harga Emas di Pasar Eropa Kembali Anjlok

Harga komoditas mengalami penurunan terbesar dalam sebulan terakhir seiring dengan permintaan emas sebagai bahan mentah turun. Ini terjadi di tengah-tengah kekhawatiran Yunani tidak memiliki kualifikasi untuk menerima bantuan dana untuk menghindari gagal bayar.

“Belakang ini lebih kepada dollar AS yang menguat yang dikendalikan oleh kondisi global yang memburuk,” ujar James Dailey, yang mengatur dana sebesar 215 juta dollar AS di TEAM Financial Management LLC, Harrisburg, Pennsylvania, kepada Bloomberg, Selasa ( 20/9/2011 ). Menurut Dailey, pelaku pasar sekarang menghindari aset yang berisiko.

Sekarang ini dollar telah menguat 1,2 persen terhadap enam mata uang utama. Kondisi ini bertolak belakang dengan komoditas.

The Standard Poor’s GSCI Spot Index anjlok 14,14 atau 2,2 persen ke posisi 6389 ,96. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 18 Agustus. Tembaga untuk pengantaran Desember turun drastis dalam 10 bulan terakhir. Sementara itu, perdagangan berjangka minyak mentah untuk pengantaran November turun 2,26 dollar AS atau 2,6 persen ke posisi 85,70 dollar AS per barrel di New York Merchantile Exchange. Harga minyak mentah tersebut telah turun 6,2 persen pada tahun ini.

Perdagangan berjangka emas untuk pengantaran Desember turun 2 persen ke posisi 1.778,90 per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) di Comex, New York. Level harga tersebut merupakan yang terendah sejak 25 Agustus 2011 .

“Industri dan konsumen akhir, juga konsumen grosir berada dalam posisi menunggu dan melihat,” ujar Gary Mead, analis VM Group di London. Mead berujar bahwa sangat jelas tidak ada suatu keputusan yang tersedia untuk mengakhiri krisis di wilayah Eropa.