Wisatawan Asing Harap Penerbangan Langsung Ke Indonesia

Direktur Promosi Luar Negeri Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Noviendi Makalam mengakui, jumlah wisatawan Rusia yang berwisata ke Indonesia terus meningkat. Namun, sayangnya, potensi tersebut belum tergarap maksimal karena belum adanya penerbangan reguler langsung Rusia-Indonesia.

“Mereka mengharapkan adanya penerbangan langsung ke Indonesia,” ujar Noviendi Makalam disela-sela penyelenggaraan pameran 17th Trade International Travel and Tourism Exhibition-Otdykh Leisure 2011, di Moskow, Rusia.

Saat ini, wisatawan Rusia ke Indonesia mengunakan penerbangan carter yang bersifat musiman dari Moskow, St. Petersburg, Yekaterinburg, dan Novosibirsk.

“Kita sudah lama bicara soal penerbangan reguler langsung, tapi masih belum ada tanggapan,” katanya.

Hal tersebut juga disampaikan industri pariwisata yang hadir dalam pameran tersebut, termasuk Wakil Ketua Asosiasi Pariwisata Privet Bali, yang juga Konsul Kehormatan Federasi Rusia di Bali, Chaerul Nuku Kamka.

“Diharapkan dengan adanya penerbangan reguler langsung, wisatawan Rusia akan membanjiri Indonesia. Peningkatan tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas wisatawan itu sendiri,” ujar Nuku Kamka.

Sejak satu setengah tahun lalu, wacana pembukaan penerbangan reguler langsung sudah mengemuka. Terutama setelah ditandatanganinya Air Service Agreement antara Indonesia dan Rusia pada Maret 2011 lalu.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Hamid Awaludin mengatakan, penandatanganan Air Service Agreement merupakan pembuka jalan bagi kerjasama penerbangan langsung Indonesia-Rusia, baik untuk penumpang maupun kargo. Ia yakin hal ini dapat meningkatkan arus wisatawan dari dan ke dua negara, serta akan dapat mendorong peningkatan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi. “Banyak pihak yang menanti implementasi dari Air Service Agreement tersebut, salah satunya dalam bentuk penerbangan langsung Rusia-Indonesia,” kata Hamid.

Selain pesawat carter, wisatawan Rusia biasanya menggunakan penerbangan reguler melalui Singapura, Doha, Dubai, Abu Dhabi, Frankfurt, atau Amesterdam.

Sementara itu, semangat pelaku bisnis industri pariwisata Indonesia untuk menarik wisatawan Rusia ke Indonesia sangat tinggi. Mereka aktif menjemput bola, seperti ikut serta dalam berbagai pameran internasional, termasuk “Otdykh Leisure 2011” yang di Crocus Expo, Moskow, sejak 20 September lalu.

Catatan statistik Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia menunjukan wisatawan Rusia ke Indonesia mengalami peningkatan meskipun belum sesuai dengan potensi yang ada. Pada 2010 sebanyak 79.100 wisatawan Rusia ke Indonesia meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya.

Pada periode Januari-Juni 2011 wisatawan Rusia ke Indonesia tercatat 46.181 dan diharapkan target 90.000 orang sampai akhir 2011 dapat tercapai. Jumlah tersebut belum berarti apa-apa jika melihat gairah warga Rusia untuk berwisata ke luar negeri.

Berdasarkan data Dinas Statistik Rusia, wisatawan Rusia yang berkunjung ke luar negeri periode Januari-Juni 2011 lebih dari 6,1 juta orang. Negara-negara yang menjadi pilihan wisatawan Rusia, seperti Turki dikunjungi lebih dari 1,13 juta orang, China hampir 632 ribu orang, Mesir sekitar 489 ribu orang, dan Thailand lebih dari 421 ribu orang.

Pada 2010 warga Rusia yang bepergian ke luar negeri sebanyak 12,6 juta orang dan menghabiskan 26,5 miliar dolar AS.